Berikut ini adalah cara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi hama ulat grayak pada tanaman jagung. Melakukan rotasi tanaman untuk memutus daur hidup hama. Pengolahan tanah selama 1 bulan untuk mengangkat kepompong hama dari dalam tanah dan mati terjemur oleh sinar matahari. Memasang perangkap berferomon, yakni feromon Exi sebanyak
Faktor pertama merupakan galur jagung yang terdiri atas duagalur yaitu galur 06 dan 07, dan faktor kedua merupakan perlakuan benih yang terdiri atas 7 perlakuan. Matriconditioningmenggunakan rasio benih : arang sekam : pelarut = 3:0.5:1 (g) dalam botol tertutup dan ditempatkan pada ruangan bersuhu20±2 C selama 24 jam.
Adapun cara mencegah penyakit bulai pada tanaman cabe adalah sebagai berikut. Pertama, menanam varietas cabai yang tahan virus gemini. Artinya, tanaman ini memiliki ketahanan secara genetik terhadap serangan virus gemini sehingga tanaman tidak mudah terjangkit penyakit bulai. Ilustrasi tanaman cabai, daun cabai.
2015 Skrining Ketahanan Galur S1 Jagung terhadap Penyakit Bulai: A. Muis et al. 19 Menurut Azrai et al. (2006), tingkat ketahan-an jagung terhadap patogen penyebab penyakit bulai cukup beragam, bergantung pada variabilitas genetik, variabilitas fenotipik, dan interaksi antara genetik dengan lingkungannya. Pengetahuan me-
Gejala umum penyakit karat daun adalah pada permukaan daun atas dan bawah terdapat bercak-bercak kecil atau uredinia bulat sampai oval. Bentuknya seperti bisul berwarna coklat atau merah oranye. Bercak ini menghasilkan uredospora seperti karat yang berperan sebagai sumber inokulum dalam menginfeksi tanaman jagung lain melalui angin.
Penyakit bulai pada tanaman jagung manis akibat Peronosclerospora spp. umumnya dikendalikan dengan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan.
.
cara mengatasi bulai pada jagung